TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

IWO Kuansing Panen Cabe Bersama Dokter Alfredo

IWO Kuansing Panen Cabe Bersama Dokter Alfredo

TELUK KUANTAN - Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kuansing berdampak pada sejumlah sektor usaha di Kabupaten Kuantan Singingi, seperti pariwisata Iven Pacu Jalur Tradisional ditiadakan pada tahun ini, dan namun tidak dengan sektor pertanian. Sektor pertanian justru menjadi pengaman dalam menghadapi Covid-19 ini.

Bersama IWO Kuansing, dr. Alfredo atau yang dikenal sebagai dokter anak yang masih aktif ini melakukan panen cabe merah di lahan milik nya disinambek, Kecamatan Kuantan Tengah, Selasa (10/11/2020) pagi.

Berawal dari hobi dan suka tanaman dr Alfedro mencoba menanam cabe merah seluas lebih kurang 20x30 cm dengan 1000 batang cabe merah dan dibantu oleh beberapa orang keluarga nya, hal ini juga sudah beberapa kali dicoba dan  mengalami beberapa kegagalan, tapi kegagalan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk mencoba lagi, dan terus dicoba sampai 4 kali tanam dan akhirnya berhasil.

Dalam kesempatan itu kepada media dr Alfredo mengatakan, "saya sudah beberapa kali mencoba menanam cabe merah malah sudah 4 kali, alhamdulilah kali ini sudah berhasil, dengan menaman 1000 batang dan dalam satu batang bisa menghasilkan 1 kg cabe, dan kita telah bisa menikmati hasil cabe sebanyak 47 kg setiap dua kali seminggu. Sementara untuk penjualannya kita masih mengunakan media sosial dan orang-orang sekitar rumah sakit dimana tempat saya bekerja,"ujarnya.


"Sementara bibit yang kita pakai adalah bibit yang sangat bagus yaitu Laba F1 masa panen dua bulan kurang lima hari kita sudah bisa memanen nya, jenis ini berasal dari produksi panah merah.

Maka dari itu sektor pertanian menjadi kebutuhan seperti cabe prioritas dan bisa menjawab karena yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat kita.

Kegiatan di masa pandemi virus Covid-19 ini harus tetap berjalan. Negara kita agraris memiliki potensi besar untuk sektor pertanian, salah satunya ada pada komoditas hortikultura yaitu cabe merah.

Kemudian, dr. Edo juga sangat bangga dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh nya dan bisa menjadi contoh bagi orang - orang disekitar nya dan umum nya Kuansing.

" Saya juga berharap keberhasilan yang dicapai ini bisa sebagai motivasi bagi petani yang ada di sekitar kita, sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga kita sendiri kerena kebutuhan akan cabe sangat tinggi terutama dikuansing tutup dr. Edo