TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

Pidato di Forum APEC, Jokowi: Tahun 2020 Sangat Sulit bagi Dunia

Pidato di Forum APEC, Jokowi: Tahun 2020 Sangat Sulit bagi Dunia

Presiden Joko Widodo menyebutkan, 2020 menjadi tahun yang sangat sulit bagi dunia. Adanya pandemi Covid-19 mengharuskan semua negara memecahkan masalah yang tak terduga sebelumnya. Hal ini Jokowi sampaikan dalam forum Asia-Pacific Economic Cooperation ( APEC) CEO Dialogues yang digelar secara virtual, Kamis (19/11/2020). "Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat krusial bagi dunia, sangat sulit bagi dunia. Semua negara ditantang untuk memecahkan masalah yang tidak terduga sebelumnya," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Jokowi, dengan adanya pandemi ini, seluruh negara ditantang menjawab keterbatasan dan menghitung kembali peluang, serta menciptakan terobosan dan inovasi yang sebelumnya tak terpikirkan. Kendati demikian, Jokowi percaya bahwa peluang dan kesempatan masih terbuka luas. Untuk itu, momentum krisis ini digunakan Indonesia untuk melakukan reformasi struktural dan membenahi regulasi serta birokrasi. "Secara extraordinary, kami membenahi regulasi yang ada, membenahi birokrasi yang ada agar dapat bergerak cepat melalui masa-masa yang sulit ini, sehingga siap membuka pintu seluas-luasnya bagi bussinessman dan bagi investor dengan cara-cara baru," ujarnya. Pembenahan regulasi yang dimaksud Jokowi yakni disahkannya omnibus law Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Melalui UU sapu jagat ini, dilakukan penyederhanaan regulasi secara besar-besaran, dari 79 undang-undang menjadi satu UU.

Jokowi menyebut tujuan utama pemerintah menyederhanakan puluhan UU tersebut adalah menciptakan iklim berusaha dan investasi yang berkualitas bagi para pelaku bisnis, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta investor asing. Ia berjanji, melalui UU Cipta Kerja regulasi yang tumpang tindih dan prosedur yang rumit dipangkas. Rantai birokrasi perizinan yang berbelit-belit akan dipotong. Pungutan liar yang selama ini menghambat usaha dan investasi pun diberantas. Namun, perlindungan terhadap lingkungan tetap diutamakan. "Omnibus law Cipta Kerja akan memberikan dampak yang signifikan bagi iklim usaha dan berinvestasi di Indonesia," kata Jokowi.

Oleh karenanya, dalam forum tersebut, Jokowi mengundang para CEO dan pengusaha di kawasan Asia Pasifik untuk memanfaatkan peluang dari UU Cipta Kerja. "Saya yakin para pengusaha serta pelaku bisnis domestik dan internasional akan merasakan efek positif dari berbagai potensi dan insentif dari kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Indonesia di masa pandemi ini," kata dia.

 

Sumber: kompas.com