TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

Babinsa Koramil 08/Tandun Pantau Wilayah Binaan Yang Terkena Banjir

Babinsa Koramil 08/Tandun Pantau Wilayah Binaan Yang Terkena Banjir

ROHUL - Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 08/Tandun Kodim 08/KPR Pelda Muksin bersama warga memantau sejumlah titik yang terdampak banjir di wilayah Desa Tandun Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan hulu dengan ketinggian air mencapai antara 30 hingga 90 cm, Selasa (08/3/2022).

Tak hanya di satu wilayah, Pelda Muksin juga terjun ke lapangan memantau Desa binaannya yang sedang mengalami kebanjiran akibat hujan dan luapan air sungai Tapung yang menggenangi 3 rumah terkena genangan banjir. Kejadian ini menggugah hati nurani Pelda Muksin untuk mengadakan patroli ke pemukiman warga.

Dalam kegiatan tersebut, Pelda Muksin menghimbau kepada masyarakat agar jangan sering melawati genangan air banjir karena berbahaya dengan terkenanya penyakit kulit dan juga selalu memperhatikan anak-anak untuk tidak membiarkan bermain di genangan banjir. “Alhamdulillah ketinggian air sudah mulai berkurang, namun kami tetap siaga dan terus melakukan komunikasi dengan sejumlah unsur sebagai antisipasi terhadap kondisi yang bisa saja berubah setiap saat,” tuturnya.

Salah satu warga Desa Tandun yang menjadi korban banjir Bapak H. Imam (50) mengatakan, memang sudah menjadi langganan banjir di Desa kami ini karena lokasinya rendah dan dekat aliran sungai Tapung. “Banjir ini bukan kerena hanya disebabkan oleh hujan, akan tetapi ini juga air kiriman dari sungai Tapung yang volumenya besar, ini sudah setiap tahun terjadi namun belum ada solusi,” jelasnya.

Sumber: Pendim 0313/KPR