TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

Vaksinasi Tahun 2022 Capai 90 Persen, Disbunnak Keswan Kampar Terus Memberikan KIE Kepada Masyarakat

Vaksinasi Tahun 2022 Capai 90 Persen, Disbunnak Keswan Kampar Terus Memberikan KIE Kepada Masyarakat
Kepala Disbunakkeswan Kampar, Ir Syahrizal melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavit, Drh. Deyus Herman

KAMPAR - Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar terus berupaya untuk melakukan Vaksinasi terhadap hewan ternak.

Dimana, di tahun 2022 sudah mencapai 90 persen vaksinasi terhadap hewan ternak.

Dalam situasi Wabah PMK, sudah membuat Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan.

Untuk mengawasi dan mengantisipasi setiap hewan yang masuk ke Riau dari Sumbar dan Sumut, Cek Poin terus difungsikan yang ada di Kecamatan XIII Koto Kampar.

"Kalau ada yang sakit kita Vaksinasi, dan juga memberi Komunikas Informasi dan Edukasi (KIE) terhadap masyarakat," kata Kepala Disbunakkeswan Kampar, Ir Syahrizal melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavit, Drh. Deyus Herman, Selasa (21/12)22).

Ia menuturkan, bahwa KIE diberikan terhadap masyarakat untuk meyakinkan penyakit yang dialami ternak bisa disembuhkan.

"Ke depan, kita akan terus memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi terhadap masyarakat," pungkas Deyus.