TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

DPMPTS Kampar Permudah Perizinan, Untuk Tingkatkan Pendapatan Penghasilan Daerah

DPMPTS Kampar Permudah Perizinan, Untuk Tingkatkan Pendapatan Penghasilan Daerah

KAMPAR - Peningkatan layanan untuk mempermudah perizinan terus dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Kabupaten Kampar.

Hal itu juga dilakukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Pelayanan di DMPTSP Kampar setiap tahun dinilai oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang selama sudah cukup baik. 

"Hasil penilaian dari ombudsman dan Kemenpan RB bahwa dinilai sangat baik dalam pelayanan. Karena itu, terus ditingkatkan pelayanan di DMPTSP ini," kata Plt Kepala DMPTSP Kampar, Yuricho Efril (11/1/24).

Ia menjelaskan, bagaimana DMPTSP memberikan kemudahan dalam pelayanan. Dimana Layanan perizinan sudah berbasis digital. 

"Sekarang ini bagaimana meningkatkan pelayanan. Semua layanan perizinan sudah satu pintu di Mall Pelayanan Publik," beber Yuricho.

Yuricho mengemukakan bahwa, target retribusi PAD pada 2023 lalu sebesar Rp. 7 Miliar, tetapi yang tercapai hanya 79 persen sekitar Rp. 6 Miliar. 

"Kendalanya mungkin pengawasan dan pembinaan yang terus ditingkatkan," pungkas Yuricho.