TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

Debat Publik, 4 Paslon Bupati dan Wabup Kampar Sepakat Lawan Politik Uang Pada Pilkada

Debat Publik, 4 Paslon Bupati dan Wabup Kampar Sepakat Lawan Politik Uang Pada Pilkada

KAMPAR - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kampar 2024-2028 mengikuti Debat Publik yang diadakan di Hotel Labersa pada Sabtu, (02/11/24).

Dalam Debat publik tersebut, Paslon Bupati-Wakil Bupati Kampar 2024-2029 berlangsung kondusif meski sempat memanas di sesi tanya jawab.

Dari semua tema yang dibahas, para paslon sepakat untuk melawan politik uang (money politics) demi terpilihnya pemimpin yang bersih untuk Kabupaten Kampar.

Komitmen anti politik uang bergulir usai Calon Bupati Kampar nomor urut 1 Repol menanyakan ke semua Paslon.

"Pada Pileg lalu, kita tahu banyak terjadi praktik politik uang, mengumpulkan KTP dan KK dan memberikan uang kepada warga, apa komitmen Bapak dan Ibu terkait money politik ini," tanya Repol.

Menanggapi pertanyaan Repol, calon bupati nomor urut 2 Yusri menyatakan, Pilkada harus berjalan dengan bersih demi mendapatkan pemimpin yang bersih pula.

Hal senada juga diungkapkan calon Bupati nomor urut 3 Ahmad Yuzar. Ahmad Yuzar menyadari 
proses melahirkan pemimpin harus dilakukan dengan cara yang bersih.

"Kami yakin track record kami dalam bekerja, latar belakang pendidikan dan program yang kami telurkan sudah cukup menjadikan masyarakat memilih kami," terangnya.

Sementara calon wakil bupati nomor urut 4 Edwin Pratama Putra juga mengambil sikap tegas terkait penolakannya akan praktik money politik.

"Daerah ini harus kita urus dengan cara yang baik," jelas Edwin Pratama Putra.
Komitmen semua paslon disambut ucapan syukur calon bupati nomor urut 1 Repol.

"Alhamdullilah kalau semuanya sepakat untuk tidak menggunakan cara-cara kotor untuk meraup suara dengan politik uang, karena di lapangan banyak kami temukan tim paslon yang mengumpulkan KTP dan KK warga dengan iming-iming sejumlah uang," tegasnya.***