TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

Program PSR di Kampar Capai 703 Hektar, Disbunnak Keswan Kampar Terus Optimis

Program PSR di Kampar Capai 703 Hektar, Disbunnak Keswan Kampar Terus Optimis

KAMPAR – Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kabupaten Kampar tetap optimistis target program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 703 hektare (ha) pada tahun 2025 dapat tercapai, meskipun harus memulai proses dari awal akibat perubahan sistem aplikasi PSR.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Disbunnak Keswan Kampar, Marahalim, melalui Kepala Bidang Usaha Perkebunan, Helvizar, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/4/2025).

"Memang target kita awalnya sudah ada, yaitu di Koperasi Perusahaan Berkat Ridho seluas 403 ha di Tapung Hilir, serta di Koperasi Perusahaan Raharja Tani Jaya sebanyak 320 ha. Jadi totalnya ada 703 ha untuk tahun 2025 ini. Namun karena adanya perubahan pada sistem aplikasi program PSR, yang tadinya sudah clear dan final, terpaksa harus dimulai kembali dari nol," jelas Helvizar.

Ia menyebut, Disbunnak Keswan Kampar terus mengupayakan target tersebut tercapai. 

"Awalnya dana bantuan PSR yang diberikan sebesar Rp30 juta per hektare. Sekarang sudah naik menjadi Rp60 juta per hektare. Karena perubahan ini, semua berkas yang sebelumnya sudah diinput harus diulang kembali," tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tiga kelompok tani baru yang telah mengajukan permohonan bantuan PSR. Dikarenakan sistem baru masih dalam proses penyesuaian terpaksa harus menunggu dulu.

"Untuk kelompok baru, saat ini memang belum bisa langsung diproses karena harus menunggu sistem yang baru berjalan dengan baik," tutup Helvizar.