TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

PUK NIBA dan Warga Sigatal Tuntut Keadilan Pihak Management PT RSM Tak Tampak di Lokasi Aksi

PUK NIBA dan Warga Sigatal Tuntut Keadilan Pihak Management PT RSM Tak Tampak di Lokasi Aksi

Rokan Hulu — PUK NIBA Karya Bersama bersama warga Dusun Sigatal/tempatan yang terdampak menggelar aksi damai di depan kantor PT Rambah Sawit Mandiri pada hari Selasa 20/5).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sejumlah permasalahan ketenagakerjaan dan dugaan ketidakadilan yang dilakukan oleh perusahaan.

Puluhan peserta aksi membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan mereka secara tertib, berharap mendapat perhatian dari manajemen perusahaan.

Namun, aksi yang berlangsung sejak pagi hari tersebut tidak dihadiri oleh satu pun perwakilan manajemen PT Rambah Sawit Mandiri.

Ketua PUK NIBA Karya Bersama Ade Hudayana,dalam orasinya, menyayangkan sikap perusahaan yang dinilai tidak menghargai aspirasi pekerja dan masyarakat.

“Kami datang dengan damai, membawa suara para pekerja dan masyarakat yang terdampak. Tapi sangat disayangkan, tidak ada satu pun pihak manajemen yang hadir untuk berdialog,” ujarnya.

Masyarakat tempatan yang berdampak dengan perusahaan turut hadir juga menyampaikan kekecewaan mereka atas sikap tertutup perusahaan terhadap masalah sosial dan lingkungan yang muncul akibat aktivitas perusahaan.

Para peserta aksi menegaskan bahwa mereka akan terus memperjuangkan hak-hak mereka dan mendesak pemerintah daerah serta instansi terkait untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan ini.

Aksi damai berjalan tertib dan dikawal aparat keamanan setempat guna memastikan situasi tetap kondusif.

 

Penulis : hnf