TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

Warga Binaan Lapas Antusias Belajar dan Membaca

Warga Binaan Lapas Antusias Belajar dan Membaca

Pasir Pengaraian - Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memberantas buta aksara, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian terus mendorong kegiatan positif di lingkungan warga binaan. Salah satu kegiatan yang aktif berlangsung adalah kegiatan belajar mengajar dan membaca di perpustakaan Lapas, yang menjadi bagian dari Program Brantas Buta Aksara. Selasa, (27/05/2025).

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan petugas Lapas, tetapi juga difasilitasi oleh warga binaan yang memiliki kemampuan membaca dan menulis, bertindak sebagai pengajar sukarela bagi sesama warga binaan yang belum “melek huruf”. Proses pembelajaran ini dilakukan di ruang perpustakaan, yang telah dilengkapi dengan berbagai buku bacaan, alat tulis, dan sarana belajar lainnya.

Kepala Lapas Pasir Pengaraian, Efendi Parlindungan Purba, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat belajar para warga binaan.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat untuk berubah dan menjadi lebih baik itu nyata. Warga binaan yang dulu belum bisa membaca, kini mulai lancar mengeja dan menulis. Bahkan pengajarnya adalah sesama warga binaan, ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih hidup di balik tembok Lapas,” ujar beliau.

Program Brantas Buta Aksara ini telah berlangsung selama beberapa bulan dan menunjukkan hasil yang signifikan. Beberapa warga binaan kini sudah mampu menulis, membaca dengan mengeja dan berhitung dasar. Kegiatan pun menjadi rutinitas harian di perpustakaan, yang kini lebih ramai dan hidup.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian berharap para warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal pendidikan dan semangat baru untuk menjalani hidup yang lebih baik setelah bebas nanti.

“Ini sejalan dengan Arahan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bapak Agus Andrianto, Dirjen Pas Bapak Mashudi, dan Kepala Kanwil Ditjenpas Riau Bapak Maizar yaitu agar terus meningkatkan dan ber inovasi dalam pembinaan warga binaan”. Tutup Kalapas.

Sumber : Humas Lpasian

Penulis  : Hnf