TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

Petani di Kampar Diimbau Disbunnak Keswan Kampar Untuk Tidak Membakar Lahan

Petani di Kampar Diimbau Disbunnak Keswan Kampar Untuk Tidak Membakar Lahan

?KAMPAR  - Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Kampar, untuk tidak melakukan pembakaran lahan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Disbunnak Keswan Kampar, Marahalim, melalui Kabid Perkebunan, Helvizar, sebagai respons terhadap maraknya kasus kebakaran lahan yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, sebagian besar kebakaran yang terjadi bukan di lahan perkebunan perusahaan, melainkan di lahan milik masyarakat, terutama lahan gambut dan lahan karet.

?"Kami hanya bisa mengimbau karena memang sebagian besar kejadian ini terjadi di masyarakat, bukan di lahan perusahaan," ungkap Helvizar saat ditemui di Ruang Kerjanya, Rabu (20/8/2025).

Dikatakannya, ?Dinas Perkebunan lebih berfokus pada pendekatan kepada masyarakat melalui Kelompok Tani Peduli Api (KTPA). Hingga saat ini, tercatat ada 31 kelompok KTPA yang aktif meskipun tidak mendapatkan dukungan anggaran. Mereka bertugas sebagai garda terdepan dalam mencegah kebakaran di desa-desa tempat mereka berada.

?"Kelompok Tani Peduli Api ini yang kami minta untuk menjadi yang pertama dalam melakukan pencegahan," jelasnya. Mereka berperan aktif dalam melaporkan kejadian kebakaran dan menyebarkan pesan untuk tidak membakar lahan.

?Ia menjelaskan bahwa data yang diterima dinas menunjukkan bahwa kebakaran lahan perkebunan, terutama sawit, tidak terlalu banyak. Namun, lahan karet sering kali menjadi korban karena terkena dampak kebakaran dari lahan di sekitarnya.

"Contohnya di daerah Karya Indah kemarin, itu bukan di lahan perkebunan, tapi lahan gambut yang terbakar. Kebun karet di sekitarnya hanya kena dampaknya," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Disbunnak Keswan Kampar hanya bisa mengandalkan upaya sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat, terutama anggota KTPA dikarenakan keterbatasan alat dan anggaran.

"Kami terus sampaikan kepada mereka, jangan membakar lahan. Pokoknya jangan sampai menimbulkan api," tutupnya.