TERKINI
Gerak Cepat Atasi Genangan, Bupati Rohil Perintahkan PUPR Intensifkan Normalisasi DrainasePHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaPemkab Rohil Perkuat Pengawasan Pajak dan Tata Kelola Keuangan KepenghuluanBupati Rohil Resmikan Pelayanan Bijak Satu Atap di Rimba Melintang, Akses Layanan Warga Makin MudahPasca Kebakaran di Bagan Barat, Pemkab Rohil Salurkan Bantuan bagi Warga TerdampakSekitar 80 Sekolah di Rohil Terima Program Revitalisasi, Disdikbud Tegaskan Hanya Lakukan PengawasanPercepat Digitalisasi Birokrasi, Bupati Rohil Tinjau Perekaman TTE PPPK Paruh WaktuRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut Asap

Kejari Kuansing Tahan Lima Tersangka Dugaan Kasus Korupsi di Sekretariat Daerah

Kejari Kuansing Tahan Lima Tersangka Dugaan Kasus Korupsi di Sekretariat Daerah

 Hari ini Kejari Kuansing resmi lakukan penahan terhadap lima tersangka Kasus dugaan korupsi pada Sekretariat  Daerah Kabupaten Kuantan Singingi . Dalam Konferensi Persnya Kejaksaan Negeri Kuansing Hardiman  SH yang di dampingi oleh beberapa Kasi dan Stafnya di depan kantor Kejaksaan Negeri Kuansing mengatakan, "Hari ini Senin (20/7/2020) kami dari Pihak Kejaksaan Negari Kuatan Singingi menahan Kelima tersangka kasus dugaan korupsi pada Sekretariat  Daerah Kabupaten Kuantan Singingi. Adapun kelimanya itu yaitu, mantan  PLT Sekda Muharlius, yang sudah ditetapkan tersangka dan yang lainya  M Saleh, mantan Kabag Umum, Verdi ananta sebagai bendahara, Hetty Herlina  dan Yuhendrizal selaku PPTK dalam enam kegiatan di Sekretariat Umum. Dari kelima tersangka sudah ditahan yang sebelumnya diperiksa selama lebih kurang enam jam, dan dikuatirkan kelimanya tersangka tersebut melarikan diri atau merusak dan menghilangkan barang bukti, dikarenakan barang bukti sudah mencukupi maka ke lima tersangka korupsi tersebut kita tahan," ujar Hardiman.

 

"Sebelumnya kelima  tersangka kita periksa dan cek dulu kesehatan oleh tim medis dari RSUD dan alhamdulilah kelimanya dalam keadaan sehat maka kita lanjutkan pemeriksaan," tambahnya.

 

"Dari anggaran yang tidak menganggaran  sebesar  Rp13.3 milyar pada Eman kegiatan di sekretariat umum dan termasuk juga dalam kegiatan makan minum dimana Riilnya yang di keluarkan sebesar Rp 2,4 Milyar, jadi terdapat selisih bayar atau ierugian yang dialami negara Rp10,4 milyar dimana sisa kerugian negara mencapai Rp7,4 milyar," papar Kejari Kuansing.

 

"Dari kelima tersangka diberatkan keoadanya melanggar pasal 2 ayat 1, pasal 3,pasal 8, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindakan Pidana Korupsi Pasal 55 Ayat l ke l KUHP dan diancam dengan hukuman paling lambat 4 tahun penjara dan oaling lama 20 tahun dengan denda kencapai Rp200 juta sampai 1 milyar," tutup Hardiman, SH.