TERKINI
Gerak Cepat Atasi Genangan, Bupati Rohil Perintahkan PUPR Intensifkan Normalisasi DrainasePHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaPemkab Rohil Perkuat Pengawasan Pajak dan Tata Kelola Keuangan KepenghuluanBupati Rohil Resmikan Pelayanan Bijak Satu Atap di Rimba Melintang, Akses Layanan Warga Makin MudahPasca Kebakaran di Bagan Barat, Pemkab Rohil Salurkan Bantuan bagi Warga TerdampakSekitar 80 Sekolah di Rohil Terima Program Revitalisasi, Disdikbud Tegaskan Hanya Lakukan PengawasanPercepat Digitalisasi Birokrasi, Bupati Rohil Tinjau Perekaman TTE PPPK Paruh WaktuRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut Asap

3 WNI ABK Tewas di Kapal China, Jasadnya Diselundupkan ke Kepri

3 WNI ABK Tewas di Kapal China, Jasadnya Diselundupkan ke Kepri
Foto: Ilustrasi jenazah. (Thinkstock)

 Sebanyak tiga WNI ABK tewas di kapal ikan berbendera China kapal Fu Fuan Yu 829. Jasadnya diselundupkan ke wilayah Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

"Jadi begini, masalah ABK kapal China ini kan kita agak keras di Kepri. Jadi, begitu ada yang tewas, mereka nggak berani merapat. Jadi di-outer di pelabuhan terluar saja, dia nggak bersandar," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto saat dihubungi detikcom, Jumat (14/8/2020).

Kapal Fu Yuan Yu 829 itu tidak bersandar. Mereka mengontak pihak agen, lalu jasad tiga WNI itu dipindahkan dari tengah laut.

 

Tiga jenazah WNI ABK Kapal Fu Yuan Yu 829, kapal ikan berbendera China, diselundupkan ke Kepulauan Riau (Kepri). Tiga WNI bekerja di kapal China itu sejak 2019.

"Sejak bulan Oktober 2019 (jadi ABK di kapal itu)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto.

Arie mengatakan 3 WNI itu meninggal di Kapal Fu Yuan Yu 829 pada awal Agustus. Jasadnya lalu dioper dari kapal pada Rabu (12/8/2020).

Meninggalnya 2 Agustus (di kapal), diselundupkannya tanggal 12, malamnya ada informasi masyarakat ke kita, ada ambulans ambil mayat, kita cek," ujarnya.

Ketiga WNI itu merupakan warga Aceh. Soal ada tidaknya luka, jenazah 3 WNI itu akan diautopsi siang ini.

"Siang ini baru mau autopsi," ucapnya.

Sebelumnya, polisi menangkap 2 orang yang diduga sebagai penyelundup jenazah 3 WNI. Keduanya merupakan agen pengiriman orang ke luar negeri secara ilegal.

"Kita tangkap 2 orang, terus dikembangkan. Tadi malam (ditangkap)," kata Kombes Arie.

"Beda lagi (dengan kapal sebelumnya), ini Fu Yuan Yu 829, ada tiga mayat," imbuhnya.

Kombes Arie menegaskan ada dua orang yang diduga sebagai penyelundup jenazah itu yang ditangkap. Keduanya merupakan agen pengiriman orang ke luar negeri secara ilegal.

"Dia agen, manajer (pengiriman orang ke luar negeri secara ilegal)," tuturnya.

Sumber: detiknews